Pemandangan dari Perpustakaan Universitas Woosong
Kebanyakan mahasiswa Korea tinggal di asrama
kampus. Mereka memilih untuk tinggal di asrama karena fasilitas yang
lengkap dan juga dapat bertemu dan bergaul dengan mahasiswa asing yang
kebanyakan tinggal di asrama. Selain itu harga tinggal di asrama relatif
lebih murah dibandingkan jika kita menyewa kamar di luar kampus.
Kegiatan-kegiatan ekstra kulikuler sesudah kelas seperti belajar bahasa
Korea atau Inggris, menari, dan sebagainya menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari dinamika tinggal di asrama.
Selain itu, hal yang paling menarik ditemui
pada bulan ini adalah perpustakaan dibuka selama 24 jam. Biasanya
perpustakaan di kampus buka dari jam 09:00 pagi sampai jam 11:00 malam.
Namun demikian menjelang ujian akhir perpustakaan buka selama 24 jam
selama dua minggu. Mulai pagi perpustakan sudah sangat ramai tetapi jam
tujuh adalah puncak mahasiswa pergi ke perpustakaan. Study hall
akan penuh dan akan sulit untuk mendapatkan tempat duduk. Bahkan di
kampus saya, kami harus melakukan reservasi tempat duduk melalui
fasilitas reservasi elektronik yang tersedia di perpustakaan.
Di perpustakaan, jika bosan dengan belajar,
para mahasiswa juga bisa pergi keluar sejenak untuk mencari udara segar,
makanan atau minuman ringan. Warung-warung pinggir jalan juga buka
sampai larut malam. Jika mereka tidak mau keluar kampus, mereka juga
dapat membeli makanan yang tersedia di vending machine atau delivery.
Selain itu di perpustakaan mereka juga dapat menonton film di ruang
audio visual. Perpustakaan bisa menjadi rumah kedua selain tempat tidur
mereka di asrama.
Apakah mahasiswa Korea hanya belajar pada saat akan ujian dengan sistem kebut semalam? Tidak,
hari biasa mereka juga sangat sibuk dengan tugas dan belajar. Memang
tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada beberapa pelajar yang suka dengan
sistem kebut semalam. Mereka melakukan ini semua karena persaingan di
Korea saat ini sangat kompetitif. Tidak mudah bagi mereka untuk
mendapatkan pekerjaan sesudah lulus walaupun dengan nilai yang bagus. Soft skills seperti kemampuan berbahasa, kepemimpinan menjadi faktor sangat penting untuk mendapatkan pekerjaan.
http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/05/bulan-juni-bulan-tersibuk-bagi-pelajar-di-korea--562435.html
0 komentar:
Posting Komentar