Dibandingkan dengan pemeluk agama lain,Islam merupakan salah satu
agama paling kecil pemeluknya hanya sekitar 135.000 orang dan 35.ooo
orang lebih diantaranya adalah asli penduduk Korea Selatan sebagai
pemeluk agama Islam sedangkan sisanya ada 100.000 orang lebih adalah
orang asing yang tinggal di Korea Selatan.
Islam adalah agama yang paling terakhir masuk ke semenanjung Korea
yang dibawa oleh tentara-tentara Turki yang membantu Korea Selatan pada
saat perang melawan Korea Utara ditahun 50′an.
Masjid pertama kali dibangun didaerah Itaewon kota Seoul dengan nama
pada tahun 1976 dan pada tahun 1977 terbentuklah Korea Muslim Federation
yang merupakan wadah berkumpulnya pemeluk agama Islam di Korea.Dan
sekarang seiring dengan meningkatnya pemeluk agama Islam di Korea
Selatan selain di Seoul sampai saat ini Masjid-Masjid tersebar di 10
kota lainnya seperti
Paju,Pocheon,Bupyeong,Kwangjo,Ansan,Anyang,Jeonju,Gwangju,Daegu dan
Busan jadi total masjid yang ada di Korea Selatan ada 11 Masjid.
Menjadi seorang Muslim di Korea Selatan bukanlah hal yang mudah
terutama bagi anak-anak mudanya dikarenakan budaya yang terbiasa makan
babi dan minum-minuman beralkohol seperti Soju setelah makan.
Seperti yang dialami oleh Kim Jin Soo pada saat diwawancarai oleh
Connie Lee dari Arirang TV mengakui menjadi pada saat dia berpindah
agama menjadi Islam 3 tahun yang lalu pada usia 20tahun,dimana pada saat
berkumpul dengan teman-temannya tak jarang mereka harus berpindah
tempat makan dan tempat duduk dikarenakan Kim Jin Soo tidak lagi
mengkonsumsi makanan yang mengandung daging babi dan minum minuman
beralkohol seperti Soju setelah makan.Dan yang lebih parahnya lagi dia
kehilangan beberapa teman-temannya dikarenakan mereka tidak ingin
mempunyai teman yang beragama Islam.
Dan sekarang Kim Jin Soo sedang belajar bahasa Arab dan mendalami
Agama Islam di salah satu universitas di Arab Saudi dan kebetulan dalam
liburan bulan suci Ramadhan tahun ini Kim Jin Soo kembali ke Seoul untuk
menjalankan ibadah Ramadhan dikampung halamannya sendiri.
Begitu juga yang dialami oleh SekJen Korea Muslim Federation,Zahid
Park Hyun Bong pada saat berpindah memeluk agama Islam dia memberitahu
keluarganya bahwa dia mulai saat itu tidak bisa lagi mengikuti
ritual-ritual acara keluarga di Korea Selatan dan keluarganya sangat
kecewa sekali dengan keputusannya menjadi seorang Mualaf namun untunglah
dia juga didukung oleh anak-anaknya untuk tidak banyak mendengar kata
orang dan agar selalu menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Kurangnya informasi yang benar dan layak dipercaya tentang agama
Islam membuat orang Korea pada umumnya masih bersikap sinis terhadap
agama Islam.
Untuk bulan suci Ramadhan 1434H tahun 2013 umat Islam di Korea
mempunyai waktu puasa lebih panjang sedikit dibandingkan di Jakarta
kurang lebih sekitar hampir 16 jam dengan waktu Imsyak kurang lebih jam
3.20 waktu setempat dan dikarenakan di Korea sedang musim panas dimana
maaharinya bersinar lebih lama karena bedug sholat Magrib berkumandang
pada jam kurang lebih jam 19.40 waktu setempat.
Dan pada saaat bulan suci Ramadhan seperti ini menurut Imam Masjid
Central,Seoul A.Rahman Lee Ju Hwa pada saat waktu berbuka puasa dan
Tarawih di Seoul Central Mosque yang ada diarea Itaewon biasanya juga
meningkat kurang lebih ada sekitar 300 orang pada saat weekday dan 500
sampai 600 pada saat akhir pekan dan hal ini juga diperkirakan akan
meningkat terus meningkat dibulan suci Ramadhan 1434H tahun ini
bersamaan dengan datangnya liburan musim panas di Korea.
Semoga datangnya bulan suci Ramadhan 1434H tahun ini juga membawa
berkah bagi saudara-saudara kita di Korea agar bisa lebih diterima lagi
dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
Marhaban ya Ramadhan……
http://ariapranata.wordpress.com/2013/07/11/muslim-di-korea-selatan/
0 komentar:
Posting Komentar