Senin, 10 Februari 2014

Muslim di Korea Selatan

Dibandingkan dengan pemeluk agama lain,Islam merupakan salah satu agama paling kecil pemeluknya hanya sekitar 135.000 orang dan 35.ooo orang lebih diantaranya adalah asli penduduk Korea Selatan sebagai pemeluk agama Islam sedangkan sisanya ada 100.000 orang lebih adalah orang asing yang tinggal di Korea Selatan.
Islam adalah agama yang paling terakhir masuk ke semenanjung Korea yang dibawa oleh tentara-tentara Turki yang membantu Korea Selatan pada saat perang melawan Korea Utara ditahun 50′an.
Masjid pertama kali dibangun didaerah Itaewon kota Seoul dengan nama pada tahun 1976 dan pada tahun 1977 terbentuklah Korea Muslim Federation yang merupakan wadah berkumpulnya pemeluk agama Islam di Korea.Dan sekarang seiring dengan meningkatnya pemeluk agama Islam di Korea Selatan selain di Seoul sampai saat ini Masjid-Masjid tersebar di 10 kota lainnya seperti Paju,Pocheon,Bupyeong,Kwangjo,Ansan,Anyang,Jeonju,Gwangju,Daegu dan Busan jadi total masjid yang ada di Korea Selatan ada 11 Masjid.

Menjadi seorang Muslim di Korea Selatan bukanlah hal yang mudah terutama bagi anak-anak mudanya dikarenakan budaya yang terbiasa makan babi dan minum-minuman beralkohol seperti Soju setelah makan.
Seperti yang dialami oleh Kim Jin Soo pada saat diwawancarai oleh Connie Lee dari Arirang TV mengakui menjadi pada saat dia berpindah agama menjadi Islam 3 tahun yang lalu pada usia 20tahun,dimana pada saat berkumpul dengan teman-temannya tak jarang mereka harus berpindah tempat makan dan tempat duduk dikarenakan Kim Jin Soo tidak lagi mengkonsumsi makanan yang mengandung daging babi dan minum minuman beralkohol seperti Soju setelah makan.Dan yang lebih parahnya lagi dia kehilangan beberapa teman-temannya dikarenakan mereka tidak ingin mempunyai teman yang beragama Islam.
Dan sekarang Kim Jin Soo sedang belajar bahasa Arab dan mendalami Agama Islam di salah satu universitas di Arab Saudi dan kebetulan dalam liburan bulan suci Ramadhan tahun ini Kim Jin Soo kembali ke Seoul untuk menjalankan ibadah Ramadhan dikampung halamannya sendiri.
Begitu juga yang dialami oleh SekJen Korea Muslim Federation,Zahid Park Hyun Bong pada saat berpindah memeluk agama Islam dia memberitahu keluarganya bahwa dia mulai saat itu tidak bisa lagi mengikuti ritual-ritual acara keluarga di Korea Selatan dan keluarganya sangat kecewa sekali dengan keputusannya menjadi seorang Mualaf namun untunglah dia juga didukung oleh anak-anaknya untuk tidak banyak mendengar kata orang dan agar selalu menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Kurangnya informasi yang benar dan layak dipercaya tentang agama Islam membuat orang Korea pada umumnya masih bersikap sinis terhadap agama Islam.
Untuk bulan suci Ramadhan 1434H tahun 2013 umat Islam di Korea mempunyai waktu puasa lebih panjang sedikit dibandingkan di Jakarta kurang lebih sekitar hampir 16 jam dengan waktu Imsyak kurang lebih jam 3.20 waktu setempat dan dikarenakan di Korea sedang musim panas dimana maaharinya bersinar lebih lama karena bedug sholat Magrib berkumandang pada jam kurang lebih jam 19.40 waktu setempat.
Dan pada saaat bulan suci Ramadhan seperti ini menurut Imam Masjid Central,Seoul A.Rahman Lee Ju Hwa pada saat waktu berbuka puasa dan Tarawih di Seoul Central Mosque yang ada diarea Itaewon biasanya juga meningkat kurang lebih ada sekitar 300 orang pada saat weekday dan 500 sampai 600 pada saat akhir pekan dan hal ini juga diperkirakan akan meningkat terus meningkat dibulan suci Ramadhan 1434H tahun ini bersamaan dengan datangnya liburan musim panas di Korea.
Semoga datangnya bulan suci Ramadhan 1434H tahun ini juga membawa berkah bagi saudara-saudara kita di Korea agar bisa lebih diterima lagi dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
Marhaban ya Ramadhan……

 http://ariapranata.wordpress.com/2013/07/11/muslim-di-korea-selatan/

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates